TUNTANG – Riuh tawa dan sorak gembira mendadak pecah memecah keasrian Kampoeng Banyumili, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Minggu (12/4/2026). Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang yang sedari pagi mengikuti agenda Halal Bihalal kini tampak asyik mengurai pita dan merobek kertas pembungkus beraneka warna. Di tangan mereka, ada kejutan kecil yang saling dipertukarkan.
Sesi tukar kado ini menjadi salah satu agenda paling dinanti oleh sekitar 400-an peserta yang hadir dari tingkat DPD hingga DPC. Aturannya sangat sederhana namun memantik rasa penasaran. Setiap kader diwajibkan membawa satu bingkisan dari rumah dengan isi yang dibebaskan, asalkan memiliki nilai minimal Rp15.000. Bingkisan tersebut kemudian dikumpulkan dan dibagikan secara acak kepada seluruh peserta yang hadir.

Kesederhanaan nominal tersebut justru melahirkan keseruan dan kejutan yang tak terduga. Ada raut wajah tegang bercampur penasaran saat kertas kado mulai dibuka, yang seketika berubah menjadi tawa lepas saat seorang kader mendapati bingkisannya berisi barang perabotan rumah tangga yang unik. Di sudut lain, senyum semringah merekah ketika ada yang mendapatkan sepaket jajanan masa kecil. Suasana terasa sangat gayeng, cair, dan seolah meruntuhkan segala sekat formalitas organisasi.
Ekspresi-ekspresi kegembiraan itu menular dengan cepat, menghangatkan udara di bawah rindangnya pepohonan di Kampoeng Banyumili. Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang, Muhammad Nurkholis, menyebut bahwa esensi dari tukar kado ini sama sekali bukan terletak pada harga atau wujud barang yang diterima, melainkan pada niat tulus untuk saling membahagiakan sesama saudara.
“Angka lima belas ribu rupiah itu nominal yang sangat terjangkau, tetapi senyum dan tawa ikhlas yang muncul saat bingkisan itu dibuka nilainya tak terhingga. Ini adalah simbol persaudaraan, bagaimana kita belajar untuk saling memberi kejutan kecil yang membekas di hati,” ungkap Nurkholis sembari tersenyum menyaksikan keriuhan para peserta.