Kegiatan Kader

Inilah Pesan Mendalam di Balik ‘Lautan Batik’ di Acara Halal Bihalal

12 April 2026 • Waktu Baca 2 Menit
Inilah Pesan Mendalam di Balik ‘Lautan Batik’ di Acara Halal Bihalal
Dokumentasi visual artikel. Foto: Dok. Humas

TUNTANG — Ada pemandangan menarik dalam gelaran Halal Bihalal Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang di Kampoeng Banyumili, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Minggu (12/4/2026). Sekitar 400-an kader dari tingkat pengurus DPD hingga DPC tidak tampil dengan seragam partai, melainkan membaur dalam balutan aneka ragam corak kain batik.

Penggunaan busana warisan Nusantara ini memberikan nuansa yang lebih kultural, elegan, dan jauh dari kesan kaku. Di tengah hamparan asri Kampoeng Banyumili, rona-rona batik yang dikenakan para peserta menjadi simbol penguat yang menyatukan mereka sebagai bagian dari masyarakat Jawa Tengah.

Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang, Muhammad Nurkholis, memandang batik lebih dari sekadar pakaian formal. Baginya, pemandangan ratusan kader berbatik ini adalah wujud nyata dari upaya merawat akar budaya dan kebanggaan daerah.

“Memilih batik untuk dipakai dalam forum silaturahmi sebesar ini adalah cara kami menegaskan identitas lokal,” tegas Nurkholis di sela-sela acara.

Menurutnya, masyarakat memiliki warisan budaya yang sangat kaya dan sarat makna. Identitas lokal ini harus terus kita hidupkan, kita jadikan kebanggaan, dan kita bawa dalam keseharian bermasyarakat, termasuk dalam agenda-agenda organisasi.

Sejumlah kader PKS Kabupaten Semarang berjabat tangan dan saling bersalaman dalam acara Halal Bihalal di Kampoeng Banyumili. Semua peserta mengenakan berbagai motif batik Nusantara dan beberapa mengenakan peci atau kopiah, dengan latar belakang panggung bertuliskan “Halal bi Halal Keluarga Besar PKS Kab. Semarang” dan foto Muhammad Nurkholis serta Ahmad Muntaha.
Kader PKS Kabupaten Semarang bersalaman dalam balutan batik Nusantara pada acara Halal Bihalal di Kampoeng Banyumili, Desa Gedangan, Minggu (12/4/2026). Penggunaan batik mencerminkan upaya merawat identitas budaya sekaligus menegaskan kebanggaan lokal.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa semangat merawat identitas lokal melalui batik ini sangat sejalan dengan napas utama acara, yakni memberdayakan ekonomi kerakyatan. Oleh karena itu, agenda halal bihalal ini tidak berdiri sendiri, melainkan dikawinkan dengan kehadiran Pasar Tani dan Bazar Boemkraf yang menjajakan produk UMKM binaan.

Menurutnya, kebanggaan pada identitas budaya (batik) akan menjadi lebih utuh jika dibarengi dengan keberpihakan pada produk buatan warga sekitar. Pemikiran ini terwujud nyata siang itu. Ratusan peserta yang tampil elegan dengan batik kebanggaannya masing-masing tampak memadati lapak-lapak pelaku usaha. Mereka antusias memborong sayuran segar dari kelompok tani, hingga aneka produk frozen food seperti tahu bakso dan lauk ungkep praktis dari UMKM.

Topik Terkait: Kegiatan Kader
Kontributor: Anisa Editor: Bukhari
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.