Dakwah dan Nilai Keislaman

Belajar Keteguhan Dakwah dari Senior “Lolita”

Hadi Santoso

Hadi Santoso

Ketua DPW PKS Jawa Tengah

Diterbitkan: 9 Juli 2026 • Waktu baca ~6 menit

GETASAN, KABUPATEN SEMARANG — Suara dari pelantang panitia, Ahad (5/7/2026) pagi menjelang siang, terdengar keras membelah langit perkemahan Kemah Bakti Nusantara atau Kembara PKS Jawa Tengah di kawasan lereng Gunung Merbabu.

Suaranya bergetar menahan haru saat mengumumkan nama peserta tertua untuk maju ke depan.

“Ustaz Wakhidin dan istri, silakan maju.”

Seketika, lapangan bergemuruh oleh takbir dan pekik tangis kebahagiaan ribuan peserta yang hadir.

Di sudut barisan, sesosok tubuh sepuh berusia 74 tahun bangkit dengan langkah gemetar. Beliau menembus lautan manusia menuju tengah lapangan, disusul sang istri tercinta, Ibu Nuriah Adam, yang matanya telah basah oleh air mata.

Hari itu, kesabaran dan keikhlasan panjang mereka berbuah manis. Ustaz Wakhidin dan istri mendapatkan kejutan hadiah ibadah umrah dari Ketua Fraksi, Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, yang diserahkan langsung oleh Presiden PKS, Dr. H. Almuzzammil Yusuf.

Pesan yang Menggetarkan dari Seorang Pejuang Sepuh

Saat dimintai tanggapannya atas “kado dari langit” tersebut, air mata Ustaz Wakhidin masih menggenang. Dari lisan sepuhnya meluncur sebuah pesan motivasi yang begitu menghentak kesadaran.

Menyitir kalimat tajam pemikir Islam M. Iqbal, beliau mengingatkan para kader muda.

“Perjuangan dakwah ini tak pernah mengenal kata henti, apalagi menua.”

“Sikap lamban berarti mati. Siapa yang bergerak, dialah yang akan maju ke muka. Siapa yang menunggu, sejenak sekalipun, pasti akan tergilas.”

Aku berdiri tak jauh dari mereka, menyaksikan momen mengharu biru itu dengan dada yang terasa kian sesak. Keduanya saling bertatapan di tengah lapangan, dan tangis mereka pun kembali pecah di bawah terik matahari.

Pertahanan emosiku pun ikut runtuh.

Sebagai Ketua DPW PKS Jawa Tengah, aku tiba-tiba merasa begitu kerdil di hadapan ketulusan sepasang kakek-nenek pejuang dakwah ini. Ruh dari kutipan yang disampaikannya benar-benar mewujud nyata dalam setiap tarikan napas tuanya di perkemahan ini.

Ribuan Pejuang Senja Bernyali Baja

Agenda Kembara kali ini memang sangat spesial dan sukses menguras air mata. Perkemahan ini diikuti oleh lebih dari seribu orang peserta. Luar biasanya, mereka semua merupakan para senior dakwah dengan jam terbang puluhan tahun.

Sebagian besar dari mereka masuk kategori “Lolita”, alias Lolos Lima Puluh Tahun.

Namun, ketika seruan kemah bela negara ini dikumandangkan, jawaban mereka sungguh menghentak nurani:

“Siap berangkat!”

Tidak ada keraguan di wajah keriput mereka. Tidak tampak pula keluh kesah.

Bayangkan saja kerasnya medan perkemahan yang harus mereka taklukkan. Selama tiga hari, para bapak harus melakukan moving camp atau long march sebanyak empat kali.

Mereka berjalan jauh menapaki jalan terjal lereng Gunung Merbabu sambil menggendong seluruh perbekalan dan tenda.

Sampai-sampai ada yang nyeletuk, ini mirip kemah bekicot, karena rumahnya dibawa ke mana-mana. Semangat membara mereka terbukti sukses menutupi segala keterbatasan fisik di usia senja.

Ketika Camper Van Indonesia Keheranan

Ada cerita lucu sekaligus haru dari komunitas Camper Van Indonesia yang kebetulan berkemah di sebelah lapangan kami.

Mereka keheranan melihat perkemahan kami yang berpindah diam-diam dan sangat bersih pada pukul dua dini hari. Pagi harinya, tenda sudah rapi dan pesertanya berganti para ibu yang mengikuti agenda Latansa.

Salah satu dari mereka sampai berkata:

“Itu kemah PKS atau kemah setan? Kok aneh?”

“Loh, aneh kenapa, Pak?” tanyaku tak kalah heran.

“Kemarin kan bapak-bapak. Kok pas kami bangun sudah berjilbab semua? Bapak-bapak ke mana? Terus tendanya dikemanakan? Kan lebih dari 100 tenda kemarin. Sekarang kok sudah bersih?”

“Bapak-bapak sudah melanjutkan perjalanan dini hari tadi dengan seluruh tenda. Kami bawa pindah, Pak.”

“Haaa… digendong?” sahut mereka.

“Iyaaa…”

“Aneh. Tiba-tiba datang, tiba-tiba hilang. Kayake tua-tua, tapi kok ya mau…”

Mereka ternyata takjub melihat kesigapan para peserta sepuh dalam mematuhi komando qiyadah. Para peserta senior itu selalu teguh menggenggam komitmen perjuangan dakwah, apa pun kondisinya.

Ibrah dari Kisah Ustaz Wakhidin

Keteguhan tingkat tinggi itu sangat nyata bisa kita temukan dalam sosok Ustaz Wakhidin, lakon utama kisah ini.

Lahir di Tegal pada tahun 1955, kakek dari 12 cucu ini bukanlah orang sembarangan. Beliau pernah mengabdi belasan tahun sebagai guru, menjadi Anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi PKS periode 2004–2014, dan hingga kini tetap aktif membina Yayasan Ulin Nuha.

Sang istri, Ibu Nuriah, juga seorang pensiunan perawat RSPAD yang sangat tangguh menemani perjuangannya.

Di usia senja, dengan lima anak yang semuanya sudah mandiri, Ustaz Wakhidin dan istri masih rela tidur beralaskan matras tipis dan menahan dinginnya angin malam di dalam tenda Kembara dan Latansa.

Kesungguhan mereka mengalahkan rasa sakit. Tekad baja mereka meruntuhkan kerapuhan fisik.

Lewat tindakan nyata, para senior ini mengajarkan filosofi kehidupan yang sangat mahal: ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.

Jejak Abu Ayyub al-Ansari

Melihat air mata Ustaz Wakhidin, ingatanku tiba-tiba melayang pada kisah heroik sahabat Nabi, Abu Ayyub al-Ansari.

Di usianya yang sudah sangat renta, Abu Ayyub tetap bersikeras ikut mengangkat senjata dalam ekspedisi pembebasan Konstantinopel. Beliau menolak hak istirahatnya karena sangat meyakini perintah Allah dalam Al-Qur’an untuk terus berjuang, baik dalam keadaan ringan maupun berat.

Ketangguhan Abu Ayyub itu kini mengejawantah sempurna dalam barisan para senior di Kembara PKS Jawa Tengah ini.

Mereka adalah para senior “Lolita” yang sangat kami hormati.

Lalu, aku menunduk dan menatap diriku sendiri.

Apalah saya ini? Hanya seorang santri muda yang masih fakir pengalaman, minim pengetahuan, dan sangat jauh dari kata ideal sebagai seorang ketua.

Jabatan struktural ini nyatanya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan jam terbang dan jejak keringat mereka, para senior di jalan dakwah.

Sungguh, aku merasa sangat terhormat bisa menjadi santri dari beliau-beliau ini.

Kado Langit dan Makna Istirahat Sejati

Hadiah umrah siang itu pada hakikatnya bukanlah sekadar reward seremonial belaka, melainkan pesan langsung dari langit yang dibayar kontan.

Allah seolah ingin menunjukkan kepada kita—generasi muda yang kadang gampang mengeluh lelah, burnout, atau rapuh mentalnya—bahwa keteguhan hati dan kesabaran di jalan dakwah tak akan pernah berujung sia-sia.

Sopo tekun bakale tekan.

Dari keriput wajah Ustaz Wakhidin dan napas ngos-ngosan para senior di medan Kembara, tergambar jelas bahwa istirahat sejati seorang pejuang bukanlah saat merebahkan punggung di atas matras.

Istirahat sejati adalah kelak ketika raga ini telah tuntas menunaikan amanah kehidupan.

Teguran untuk Generasi Muda

Saudaraku, para kader dakwah di mana pun antum berada, peristiwa ini adalah teguran keras bagi nurani kita.

Jika para senior yang tubuhnya sudah renta saja masih sanggup memanggul tenda dan berdiri di garis depan, pantaskah kita yang muda ini mundur karena alasan lelah?

Teruslah kokoh melangkah di jalan dakwah. Rawat ikhtiar dan doa itu, hingga kelak Allah sendiri yang membalas lelah kita dengan pelukan kasih sayang-Nya.

Catatan Redaksi: Isi opini ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan, data, dan argumentasi yang disampaikan di dalam artikel tidak selalu mencerminkan sikap resmi redaksi.
Editor: Imam Bukhari
Hadi Santoso

Hadi Santoso

Ketua DPW PKS Jawa Tengah

Hadi Santoso dikenal sebagai kader senior PKS di Jawa Tengah dengan pengalaman legislatif yang panjang. Ia pernah menjadi anggota dan pimpinan DPRD Jawa Tengah, sebelum kemudian dipercaya memimpin struktur wilayah PKS di provinsi tersebut.

[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.