Kegiatan Kader

Kembara Karesidenan Semarang, Ruang Menemukan Ketenangan Jiwa dan Membentuk Pribadi Produktif

21 Agustus 2026 • Waktu Baca 4 Menit
Kembara Karesidenan Semarang, Ruang Menemukan Ketenangan Jiwa dan Membentuk Pribadi Produktif
Ketua DPW PKS Jawa Tengah Hadi Santoso memberikan arahan kepada peserta Kemah Bela Negara (Kembara) Karesidenan Semarang di Bumi Perkemahan Kuncen Polobogo, Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (21/8/2026). Kembara menjadi ruang pembinaan yang memadukan penguatan spiritual, intelektual, dan fisik peserta. Foto: Dok. Humas

GETASAN, KABUPATEN SEMARANG – Di tengah rutinitas kehidupan yang semakin padat, sekitar 130 peserta Kemah Bela Negara (Kembara) Karesidenan Semarang diajak mengambil jeda untuk memperkuat ketahanan batin, memperbarui semangat spiritual, sekaligus membangun kebugaran fisik. Kegiatan yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, itu menjadi ruang pembinaan yang memadukan refleksi diri, pembelajaran, dan aktivitas alam terbuka.

Peserta Kembara berasal dari wilayah Karesidenan Semarang yang meliputi Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kembara yang dilaksanakan dalam beberapa gelombang di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah Hadi Santoso mengatakan, Kembara bukan sekadar kegiatan luar ruang, melainkan bagian dari proses pembinaan yang bertujuan membentuk pribadi yang memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual, intelektual, dan fisik.

“Ini bukan hanya aktivitas dari bidang kepanduan bela negara, tetapi merupakan rangkaian implementasi dari proses pembinaan yang selama ini dijalankan,” kata Hadi saat memberikan arahan kepada peserta Kembara Karesidenan Semarang.

Hadi menyampaikan, pelaksanaan Kembara kali ini merupakan salah satu gelombang kegiatan yang digelar secara bertahap di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Sebagian peserta dari Karesidenan Semarang sebelumnya telah mengikuti gelombang lain, sementara peserta yang belum berkesempatan hadir tetap dapat mengikuti pelaksanaan pada gelombang berikutnya.

Bumi Perkemahan Kuncen Polobogo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menghadirkan suasana alam terbuka yang mendukung proses pembinaan. Kawasan tersebut berada di Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, wilayah yang berada di lereng Gunung Merbabu dengan karakter lingkungan yang sejuk dan mendukung kegiatan luar ruang.

Menurut Hadi, salah satu tujuan penting dari Kembara adalah memberikan ruang bagi peserta untuk melepaskan sejenak beban rutinitas dan menghadirkan kembali kesadaran diri.

“Tinggalkan sedikit selama tiga hari ini permasalahan-permasalahan yang barangkali mengganggu. Kita hadir secara totalitas di sini untuk mengikuti rangkaian yang sudah disuguhkan oleh para instruktur,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketenangan jiwa menjadi bagian penting dalam membangun pribadi yang produktif. Ketenangan tersebut, menurut dia, tidak hanya diperoleh melalui istirahat fisik, tetapi juga melalui penguatan hubungan spiritual dan kemampuan mengelola diri.

Hadi menekankan tiga aspek yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan Kembara, yakni ruhiah, fikriah, dan jasadiah. Ketiganya, kata dia, harus berjalan seimbang agar seseorang memiliki kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

“Jangan hanya dianggap sebagai bagian dari rutinitas. Mari kita nikmati dan kita laksanakan seluruh prosesnya dengan penuh kesadaran, baik itu dalam perspektif ruhiah, fikriah, maupun jasadiah,” katanya.

Dalam aspek ruhiah, Hadi mengingatkan peserta agar aktivitas ibadah seperti tilawah Al-Qur’an, salat, dan qiyamullail tidak dipandang sebagai pelengkap kegiatan, melainkan sebagai sumber kekuatan batin.

“Tilawatul Qur’an, qiyamullail, salat yang kemudian nanti ditargetkan oleh para instruktur bukan menjadi bagian hanya sebagai pelengkap, tetapi itu menjadi ruh utama dari pelaksanaan pada kesempatan kali ini,” ujarnya.

Selain membangun ketenangan batin, Kembara juga menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas berpikir peserta. Hadi mengatakan, kemampuan memahami persoalan dan meningkatkan wawasan menjadi bagian penting agar setiap individu mampu memberikan kontribusi di tengah masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan fisik. Menurut dia, kekuatan tubuh menjadi penopang agar nilai-nilai spiritual dan tujuan besar yang diyakini dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata.

“Fisik kita, kebugaran kita menjadi salah satu kunci dari energi menjadi muslim produktif dalam kehidupan kita bersama-sama,” kata Hadi.

Hadi menjelaskan, pribadi muslim yang produktif dibangun melalui tiga energi utama, yakni energi spiritualitas, energi orientasi atau tujuan hidup, serta energi fisik. Ketiga unsur tersebut menjadi modal agar seseorang tidak hanya memiliki ketahanan diri, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurut dia, ketenangan jiwa bukan berarti menjauh dari persoalan masyarakat, melainkan menjadi bekal untuk menghadapi persoalan dengan lebih matang dan menghadirkan pelayanan yang lebih luas.

“Kita harus senantiasa menjadi orang yang pertama kali memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan yang ada di sekitar kita,” ujarnya.

Melalui Kembara, Hadi berharap peserta membawa pulang bukan hanya pengalaman mengikuti kegiatan alam terbuka, tetapi juga energi baru untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita membawa energi Kembara ini ke dalam ruang lingkup kegiatan dan aktivitas untuk kemudian memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bagi umat, dan bagi bangsa,” tutur Hadi.

Topik Terkait: Kegiatan Kader
Kontributor: Sugiharto Editor: Imam Bukhari
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.