Kepemudaan dan Perempuan

Saat Nurkholis Bicara tentang Perempuan, Keluarga, dan Jalan Panjang Perjuangan

14 Mei 2026 • Waktu Baca 3 Menit
Saat Nurkholis Bicara tentang Perempuan, Keluarga, dan Jalan Panjang Perjuangan
Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang, Nurkholis, menyampaikan sambutan pada acara Pendidikan Politik: Peningkatan Kapasitas Perempuan PKS dan Temu Tokoh Perempuan Kabupaten Semarang di Resto Oke Go Salatiga, Kamis, 14 Mei 2026. Foto: Dok. Humas

SALATIGA – Pantun di akhir sambutan membuat suasana di Resto Oke Go Salatiga terasa lebih hangat. Kamis (14/5/2026), sekitar 100 peserta hadir dalam acara Pendidikan Politik: Peningkatan Kapasitas Perempuan PKS dan Temu Tokoh Perempuan Kabupaten Semarang. Di antara mereka, tampak tamu undangan dari berbagai ormas perempuan di Kabupaten Semarang yang ikut memenuhi ruang pertemuan tersebut.

Di forum itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang, Muhammad Nurkholis, menyampaikan sambutan yang tidak hanya berbicara tentang politik, tetapi juga tentang keluarga, keteguhan, dan peran perempuan yang sering kali bekerja dalam senyap. Ia mengawali sambutannya dengan ucapan selamat datang kepada para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pengurus, dan seluruh undangan yang hadir.

“Atas nama pengurus DPD PKS Kabupaten Semarang, kami mengucapkan sugeng rawuh, ahlan wa sahlan, di acara peningkatan kapasitas perempuan PKS dan temu tokoh perempuan Kabupaten Semarang,” ujar Nurkholis.

Dalam sambutannya, Nurkholis menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya PKS Kabupaten Semarang untuk mendorong peningkatan kualitas dan kapasitas perempuan, khususnya kader-kader PKS. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting karena keluarga merupakan ruang pertama tempat nilai, karakter, dan ketahanan sosial dibentuk.

“Perempuan merupakan tiang dalam keluarga. Sedangkan keluarga adalah bagian terkecil dari sebuah negara. Artinya perempuan adalah tiang negara,” katanya.

Nurkholis menjelaskan, apabila perempuan dalam keluarga kuat, keluarga akan tumbuh lebih kokoh. Dari keluarga yang kokoh, masyarakat dan negara memiliki fondasi yang lebih baik. Karena itu, pendidikan politik bagi perempuan tidak hanya menyangkut keterlibatan dalam organisasi, tetapi juga menyentuh peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial.

Ia kemudian mengaitkan kegiatan ini dengan rangkaian peringatan Hari Kartini. Dalam sejarah Indonesia, kata Nurkholis, banyak perempuan yang telah memberi warna besar bagi perjuangan bangsa. Ia menyebut Kartini sebagai sosok inspiratif dan Cut Nyak Dien sebagai contoh perempuan yang turun langsung dalam perjuangan melawan penjajah.

Nurkholis juga mengingatkan bahwa dalam sejarah Islam, perempuan memiliki peran yang sangat penting. Ia menyebut Khadijah sebagai sosok yang mendukung perjuangan Rasulullah dengan pengorbanan besar, serta Aisyah sebagai perempuan yang berperan dalam periwayatan ilmu dan hadis. Dari contoh-contoh itu, ia ingin menunjukkan bahwa perempuan selalu hadir dalam perjalanan besar umat dan bangsa.

Di bidang politik, Nurkholis menyampaikan bahwa PKS memberi ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dan berkontribusi. Menurutnya, dari tingkat nasional hingga daerah, perempuan telah mengisi berbagai posisi publik. Ia juga menyebut PKS kerap memberi kesempatan strategis kepada perempuan dalam proses pemilu.

Namun, bagian paling personal dari sambutan Nurkholis muncul ketika ia berbicara tentang istrinya. Di hadapan peserta, ia mengakui bahwa perjalanan politiknya tidak lepas dari dukungan besar keluarga, terutama sang istri. Pengakuan itu membuat sambutan terasa lebih dekat dan manusiawi.

“Kalau orang mau bilang saya ini sukses duduk di DPRD, sebenarnya yang lebih berperan adalah istri saya,” tuturnya.

Nurkholis menggambarkan bahwa perjuangan politik dan sosial tidak hanya berlangsung di ruang rapat atau panggung kampanye. Ada kerja-kerja di belakang layar, ada dukungan keluarga, ada pengorbanan, dan ada keteguhan yang sering kali tidak terlihat. Dalam pandangannya, sosok istri dan perempuan dalam keluarga menjadi penopang penting bagi keberlanjutan perjuangan.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa perjuangan membutuhkan istiqamah. Jalan pengabdian, menurutnya, tidak selalu ringan. Ia menyebut kerja-kerja dakwah dan politik membutuhkan keteguhan, pengorbanan, serta kemampuan membangun kebersamaan.

“Dalam demokrasi itu baik saja tidak cukup, saleh saja tidak cukup, tetapi harus banyak,” ujar Nurkholis.

Melalui pelatihan ini, ia berharap para peserta pulang dengan ilmu baru dan semangat baru. Kapasitas yang meningkat diharapkan tidak berhenti pada diri peserta, tetapi juga memberi pengaruh bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat Kabupaten Semarang.

Menutup sambutannya, Nurkholis menyampaikan pantun yang merangkum pesan utama forum tersebut. “Terus tingkatkan kapasitas ibu-ibu PKS, karena di tanganmulah kunci kemenangan,” pungkasnya.

Kontributor: Anisa N. Editor: Imam B.
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.