KABUPATEN SEMARANG – Ustaz Muhammad As’ad Mahmud menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab memiliki kedudukan penting bagi umat Islam karena bahasa tersebut merupakan bahasa wahyu, bahasa Al-Qur’an, dan bahasa hadis Nabi Muhammad saw.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Studium Generale Sekolah Bahasa Arab DPD PKS Kabupaten Semarang yang digelar secara daring pada Minggu malam, (28/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 anggota pelopor PKS dari seluruh wilayah Kabupaten Semarang.
Dalam pemaparannya, Ustaz Muhammad As’ad Mahmud menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berkaitan dengan keterampilan berbahasa atau kebutuhan komunikasi sosial, tetapi juga menjadi sarana utama untuk memahami ajaran Islam secara lebih mendalam.
“Bahasa Arab menjadi sangat urgen karena bahasa inilah yang digunakan dalam kitab suci Al-Qur’an. Ketika Allah Swt. menurunkan wahyu dalam bahasa Arab, itu sudah cukup menjadi penjelasan bahwa bahasa Arab sangat penting,” ujar Ustaz Muhammad As’ad Mahmud.
Ia menjelaskan, dalam Surah Yusuf ayat 2 Allah Swt. menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab agar manusia dapat memahami dan menggunakan akalnya. Karena itu, menurutnya, mempelajari bahasa Arab merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperkuat pemahaman keagamaan.
Selain Al-Qur’an, lanjutnya, hadis-hadis Nabi Muhammad saw. juga disampaikan dalam bahasa Arab. Hadis berfungsi menjelaskan, menafsirkan, dan merinci berbagai ketentuan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Rasulullah saw., kata dia, juga dikaruniai jawami‘ al-kalim, yakni kemampuan menyampaikan pesan dengan redaksi yang ringkas, padat, jelas, tetapi mengandung makna yang luas dan mendalam.
Ustaz Muhammad As’ad Mahmud menambahkan, penguasaan bahasa Arab juga berdampak langsung pada kualitas ibadah seorang muslim. Ia mencontohkan, bacaan salat dan doa akan lebih bermakna apabila seseorang memahami arti serta kandungan lafaz yang dibacanya.
“Ketika kita salat dan berdoa, ibadah itu akan semakin sempurna ketika kita memahami apa yang kita baca,” katanya.
Menurutnya, hukum-hukum dalam Al-Qur’an dan sunah akan lebih utuh dipahami apabila umat Islam memiliki bekal bahasa Arab. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga menjadi jalan untuk memperkuat keimanan, memperdalam ilmu agama, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Muhammad As’ad Mahmud juga mengingatkan bahwa para ulama memberi perhatian besar terhadap bahasa Arab. Ia menyebut bahasa Arab sebagai perangkat penting dalam membina individu dan umat, sekaligus sarana untuk menjaga kedekatan umat Islam dengan sumber utama ajaran agama.
Selain memiliki nilai keagamaan, bahasa Arab juga disebut memiliki kekayaan struktur bahasa yang kuat. Salah satu keunggulannya terletak pada sistem akar kata atau derivasi yang membuat berbagai kata saling terhubung secara makna.
Ia mencontohkan akar kata J-N-N (ج-ن-ن) yang mengandung makna dasar “tertutup” atau “tidak tampak”. Dari akar kata tersebut muncul sejumlah kata seperti jannah, jin, junnah, majnun, dan janin, yang masing-masing memiliki keterkaitan makna. Contoh lain adalah kata kataba yang bermakna menulis, kemudian berkembang menjadi kitab, maktabah, dan maktab.
Ustaz Muhammad As’ad Mahmud juga menilai bahasa Arab memiliki relevansi dalam dunia kerja modern. Penguasaan bahasa Arab, menurutnya, dapat membuka peluang karier dan ekonomi, terutama dalam bidang pendidikan, dakwah, penerjemahan, komunikasi internasional, serta kerja sama lintas negara.
Menutup pemaparannya, ia mengajak peserta untuk bersungguh-sungguh, fokus, dan konsisten dalam mempelajari bahasa Arab.
“Mudah-mudahan melalui program ini kita bisa meningkatkan kemampuan berbahasa Arab, sekaligus semakin menguatkan pemahaman dan pendalaman kita terhadap agama Islam,” ujarnya.