Podcast

Parpol Harus Berfilsafat? Begini Kata Dosen Filsafat UI Dr. Albertus Harsawibawa

Parpol Harus Berfilsafat? Begini Kata Dosen Filsafat UI Dr. Albertus Harsawibawa
PKS TV
Editor Video4 Juni 2026

Tentang Video Ini

Video podcast PKS TV ini menghadirkan diskusi mendalam antara Ahmad Fathul Bari sebagai pembawa acara dengan Dr. Albertus Harsawibawa, Ketua Departemen Ilmu Filsafat Universitas Indonesia, yang mengkaji makna sebenarnya dari ilmu filsafat yang jauh dari sekadar ilmu hafalan

Baca Transkrip
Durasi
53:08
Lokasi
Kantor DPP PKS
Format
Podcast
Tanggal
4 Juni 2026

Ringkasan Liputan

Dalam episode ini, Dr. Albertus Harsawibawa meluruskan kesalahpahaman umum yang menganggap filsafat sebagai ilmu hafalan definisi para tokoh yang tidak berguna.

Ia menekankan bahwa filsafat pada hakikatnya adalah pembentukan cara berpikir yang berangkat dari pengalaman pribadi untuk menelaah masalah secara epistemologis (pengetahuan), metafisik (hakikat sesuatu), dan aksiologis (pengaruh/nilai).

Beliau juga membuat batasan yang jelas bahwa berpikir kritis bersandar pada bukti empiris dan data, sementara berpikir filsafat lebih bersifat spekulatif dalam mencari kebenaran terdalam. 

Transkrip Singkat

Awal Video – Definisi dan Cara Memaknai Filsafat

Deskripsi: Dr. Albertus menjelaskan bahwa filsafat kerap dianggap tidak berguna karena diajarkan sebatas menghafalkan teori para tokoh di masa lalu. Ia menegaskan bahwa belajar filsafat seharusnya berangkat dari pengalaman pribadi dan ditujukan untuk membentuk cara berpikir (epistemologis, metafisik, aksiologis) yang bermanfaat, layaknya seseorang yang berproses saat belajar musik.

Pertengahan Video – Beda Berpikir Kritis dan Berpikir Filsafat

Terdapat pembedaan yang jelas antara berpikir kritis yang mengandalkan data serta hal-hal empiris, dengan berpikir filsafat yang bertumpu pada nalar spekulatif. Pemikiran filosofis menuntut kita untuk berani mempertanyakan hakikat dari apa yang kita ketahui (epistemologi) dan bagaimana hal tersebut memengaruhi diri kita.

Pertengahan Video – Kritik terhadap Mentalitas Instan

Narasumber menyoroti persoalan fundamental bangsa Indonesia yang tidak suka pada proses dan lebih memilih jalan instan. Contohnya dapat dilihat dalam dunia akademis, di mana banyak orang berlomba mengejar gelar bangsawan baru (seperti Doktor atau Profesor) tanpa mau memahami ekosistem dan sejarah panjang dari proses keilmuan itu sendiri.

Pertengahan Akhir – Respons Dangkal terhadap Fenomena Sosial

Diskusi menyoroti perbedaan peradaban; saat orang Barat meneliti anomali seperti keberadaan Alien secara serius dan ilmiah menggunakan peralatan laboratorium bernilai miliaran, orang Indonesia justru menjadikan fenomena aneh (seperti Sunda Empire atau praktik dukun) sekadar sebagai bahan lucu-lucuan tanpa berniat menjadikannya kajian ilmiah.

Akhir Video – Apresiasi dan Pesan Filosofis untuk PKS

Menutup perbincangan, Dr. Albertus menyimpulkan bahwa PKS secara tidak langsung telah berfilsafat karena identitasnya sebagai “partai kader”. Sistem ini membuktikan bahwa PKS menghargai kelangsungan sebuah proses kaderisasi secara ajek dan tidak sekadar bergantung pada dominasi figur tertentu.

Topik:Podcast
[isi_form_komunitas_kreatif]
Layanan Aspirasi Fraksi PKS

Formulir Layanan Aspirasi DPRD

Sampaikan usulan, aduan, atau kebutuhan warga secara lebih rapi, terstruktur, dan mudah diproses oleh admin.

Langkah 1 dari 5 20%

Data Pengusul

Isi identitas pengusul atau perwakilan yang menyampaikan aspirasi.

Gunakan nama lengkap asli.
Pastikan nomor aktif.
Opsional.
Pilih posisi Anda.

Detail Aspirasi

Jelaskan inti usulan, masalah, atau kebutuhan secara spesifik.

Tindak Lanjut

Tentukan prioritas dan jenis tindak lanjut.

Lampiran & Persetujuan

Review Data

Pastikan semua data sudah benar sebelum mengirim.